ASI Perah Cepat Basi? Begini Cara Terbaik Menyimpannya!

ASI Perah Cepat Basi? Begini Cara Terbaik Menyimpannya!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Berapa rata-rata produksi ASI Moms?
  2. Hati-hati ASI Ternyata Bisa Basi
  3. Ciri-ciri ASI Perah Sudah Basi
  4. Bagaimana cara menyimpan ASI perah?

Belakangan ini semakin banyak ibu menyusui yang sadar akan pentingnya ASI sebagai makanan utama untuk mendampingi tumbuh kembang Si Kecil. Meskipun Moms tidak bisa bersama Si Kecil terus karena beberapa alasan, seperti bekerja, ASI masih tetap bisa diberikan dalam bentuk ASI perah atau ASIP.

Berapa rata-rata produksi ASI Moms?

Jangan khawatir akan kekurangan produk ASI Moms, pasalnya tiap ibu akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan Si Kecil. Untuk usia 1-6 bulan, Si Kecil rata-rata membutuhkan pasokan ASI 80-720 cc per hari. Jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan perkembangan usianya.

Bersyukurlah jika produksi ASI Moms melimpah sehingga kebutuhan ASI Si Kecil tercukupi. Tapi kalau ternyata kebutuhan ASI Si Kecil kurang karena produksi ASI yang sangat sedikit, Moms bisa melakukan beberapa trik berikut ini.

  1. Susui Si Kecil sesering mungkin. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar Moms menyusui Si Kecil 8-12 kali sehari, bergantian antara payudara kanan dan kiri.
  2. Susui Si Kecil sesuai jadwal. Jika kebetulan jadwal menyusui Si Kecil bentrok dengan jam kerja, Moms bisa memerah ASI untuk ditampung dalam botol kaca (tempat penampungan ASI perah).
  3. Konsumsi makanan sehat, cukupi kebutuhan air putih, olahraga, dan jauhi stres. Pasalanya, hal-hal tersebut sangat berpengaruh kepada produksi ASI.

Jika berbagai cara sudah dilakukan dan produksi ASI masih belum maksimal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Terkadang, ada treatment khusus yang harus Moms jalani untuk memaksimalkan produksi ASI, misalnya dengan mengonsumsi suplemen peningkat ASI.

Hati-hati ASI Ternyata Bisa Basi

Seperti bahan pangan lainnya, ASI tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena kualitasnya bisa menurun, dan berisiko terkontaminasi bakteri pembusuk hingga menyebabkan ASI basi. (oleh Farahdibha Tenrilemba SS.,M.Kes., konselor laktasi dari AIMI atau Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)

Dalam kondisi normal (suhu normal  25-29 derajat Celcius dan kondisi steril), ASI segar umumnya hanya bisa bertahan selama 4-8 jam. Tapi jika dalam kondisi beku, ASI perah bisa bertahan hingga 3-8 hari. Berikut merupakan usia simpan ASI perah dalam berbagai kondisi.

  • Untuk ASI segar, hanya bisa bertahan 4-8 jam jika disimpan dalam kondisi tempat dan alat-alat pemerahnya steril.
  • Untuk ASI beku, hanya bisa bertahan sekitar 3-8 hari. Tapi jika sudah dicairkan, usia simpannya sama seperti ASI segar, yakni 4-8 jam.
  • Untuk ASI yang sudah diminum, dan tidak habis, sebaiknya langsung dibuang saja.

Jika sudah melebihi usia simpan tersebut, sebaiknya ASI tersebut segera dibuang saja. Dikhawatirkan ASI tersebut sudah terkontaminasi bakteri hingga menyebabkan dampak buruk bagi Si Kecil.

Ciri-ciri ASI Perah Sudah Basi

Memberikan ASI basi kepada Si Kecil bisa sangat berbahaya. Risikonya dari mulai Si Kecil mengalami muntah-muntah, demam, dan diare. Dalam kondisi parah, kontaminasi bakteri pada ASI bisa menyebabkan keracunan. (oleh dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM., inisiator Klinik Laktasi RS St.Carolus Jakarta)

Agar tidak terjadi hal yang buruk, yuk kita simak ciri-ciri ASI perah yang sebaiknya dibuang saja dan jangan pernah diberikan kepada Si Kecil.

  1. Saat diaduk, atau dikocok, lapisan lemak pada ASI perah tidak tercampur dengan lapisan air yang umumnya ada dibawahnya.
  2. Coba cium aroma ASI perah yang Moms simpan. Sama seperti susu sapi, ASI perah yang basi akan mengeluarkan bau asam dan tengik.
  3. Cicipi rasa ASI, jika ASI perah Moms rasanya sudah sudah asam, sebaiknya langsung dibuang saja karena sudah tidak layak dikonsumsi.
  4. Coba lihat teksturnya, ASI perah yang sudah basi umumnya teksturnya sedikit lebih kental dan ada gumpalan lemak di atasnya.

Penting untuk memastikan kesegaran ASI perah. Meskipun tidak basi, ASI perah yang sudah disimpan dalam batas maksimal umumnya kualitasnya sudah menurun.

Bagaimana cara menyimpan ASI perah?

Agar usia simpan ASI perah panjang, hal pertama yang harus diperhatikan adalah Moms wajib memperhatikan kebersihan payudara, dan perangkat alat pemerahnya (termasuk tangan saat akan memerah ASI). Setelah itu, baru perhatikan kebersihan alat penyimpan ASI dan cara penyimpanannya.

Berikut merupakan trik menyimpan ASI perah agar usia simpannya lebih panjang.

  1. Jika Moms ingin menyimpan ASI dalam waktu 1 minggu, sebaiknya langsung simpan ASI dalam freezer dan bekukan hingga mencapai suhu -18 derajat Celcius.
  2. Jangan lupa untuk memberikan label khusus pada botol ASI sesuai dengan urutan pemerahannya. Hal ini dilakukan agar ASI yang diberikan bisa bergiliran, dari yang lama hingga terbaru.
  3. Jangan menyimpan ASI dengan penuh karena ASI akan memuai saat beku. Sebaiknya sisakan ¼ bagian dari botol untuk menghindari botol pecah.
  4. Sebaiknya gunakan wadah botol yang terbuat dari kaca, bukan yang terbuat dari plastik. Wadah kaca terbukti ampuh mempertahankan kesegaran ASI lebih lama.
  5. Sebaiknya gunakan cooler box khusus ASI saat Moms harus memerah ASI di tempat kerja, atau saat berada di perjalanan.

Sangat penting untuk menyajikan ASI segar dengan kandungan nutrisi yang maksimal. Jika produksi ASI Moms melimpah, sebaiknya berikan ASI perah secara berkala dan tidak ditumpuk untuk stok jangka panjang. (oleh dr Ameetha Drupadi, CIMI, konselor laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta)