Aman Tidak Sih Memberikan Jamu Cekok Pada Si Kecil?

Merries Insight
07 Maret 2016
Kesehatan
Share
Aman Tidak Sih Memberikan Jamu Cekok Pada Si Kecil?

Cekok merupakan istilah dari bahasa Jawa yang memiliki arti mengucurkan jamu langsung ke mulut Si kecil. Mencekoki Si kecil sudah menjadi tradisi bagi ibu-ibu asli Jawa. Saat dicekoki, biasanya Si kecil menangis dan menjerit. Meskipun demikian, cekok tetap diberikan karena konon dipercaya berkhasiat menambah nafsu makan. Tidak hanya itu saja. Cekok diyakini pula ampuh menghalau serangan penyakit. Sebenarnya aman tidak sih memberikan jamu cekok kepada Si kecil? Yuk cari tahu!

Kandungan Jamu Cekok

Jamu cekok kebanyakan dibuat dari bahan alami. Salah satunya lempuyang yang bisa dibuat menjadi jamu cekokan yang ampuh meningkatkan nafsu makan dan mengusir cacing di sistem pencernaan Si kecil. Lempuyang mirip seperti umbi jahe dengan aroma yang sangat khas. Untuk membuat jamu cekokan, Moms hanya perlu menyipakan 5 cm lempuyang dan temu ireng. Kupas bersih lalu parut dan peras untuk mendapatkan sarinya. Memang agak pahit. Karenanya berikan kepada SI kecil setelah dicampur sedikit madu. Jamu cekokan lempuyang ini bisa diberikan 1 kali dalam seminggu. Bila nafsu makan Si kecil sudah meningkat bisa mengurangi frekuensinya menjadi 2 minggu sekali atau sebulan sekali. Resep jamu cekok lempuyang tersebut bisa Moms berikan kepada Si kecil usia di atas 2 tahun. Untuk usia di bawahnya bisa mengurangi dosisnya.

Bila dilihat dari dari kandungannya, jamu cekok aman karena dibuat dari bahan alami. Selain dari lempuyang Moms bisa juga membuat dari temulawak.

Berikan Jamu Cekok Sesuai Mood Si Kecil

Ada yang menyebutkan jamu cekok cukup berisiko karena malah membuat Si kecil trauma minum atau trauma makan. Hal ini karena rasa jamu cekokan yang amat pahit. Namun, ada cara mengantisipasinya yaitu memberikan cekokan dengan mempertimbangkan mood Si kecil. Bila Si kecil memang tidak mau sebaiknya tidak dipaksa. Jangan sampai usaha memberi jamu tersebut malah mengganggu aktivitas makan Si kecil. Apalagi bila Moms cukup kewalahan memberi makan Si kecil yang sudah mulai memilih jenis atau rasa makanan.

Dalam hal ini kesabaran Moms saat menghadapi Si kecil yang rewel makan turut memberi andil besar dalam menentukan naik dan turunkan berat badan. Memang benar, dari pengalaman semakin bertambah umur Si kecil, sebaiknya dibarengi dengan bertambahnya berat badan sesuai usianya. Namun, yang terpenting sebenarnya adalah upaya Moms untuk memberi asupan gizi yang sehat dan terbaik guna mendukung tahap tumbuh kembang Si kecil.