Artikel Parenting

Kenali Penyebab dan Cegah Resiko Infeksi Usus pada Bayi

35
Kenali Penyebab dan Cegah Resiko Infeksi Usus pada Bayi

Artikel ini berisi tentang

  1. Penyebab Infeksi Usus Yang Menyerang Si Kecil
  2. Gejala Infeksi Usus pada Bayi
  3. Penanganan Infeksi Usus Pada Si Kecil
  4. Mencegah Terjadinya Infeksi Usus

Infeksi usus merupakan salah satu masalah yang sering menyerang Si Kecil. Meski umumnya tidak berbahaya, infeksi usus tidak bisa dibiarkan Moms. Pasalnya, jika terlambat ditangani bisa berkembang jadi masalah besar, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Infeksi Usus Yang Menyerang Si Kecil

Ada banyak penyebab infeksi usus, dari mulai serangan virus, bakteri, hingga parasit. Meskipun begitu, mayoritas infeksi usus disebabkan karena virus. (oleh Maria M Oliva-Hemker MD, Director, Division of Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition dari Rumah Sakit Johns Hopkins, Baltimore)

Untuk penularannya, umumnya Si Kecil tertular infeksi usus lewat mulut, seperti makanan dan minuman yang tercemar virus dan bakteri, tidak mencuci tangan sebelum makan, peralatan makan yang tidak bersih, lingkungan dengan sanitasi buruk dan lainnya.

Gejala Infeksi Usus pada Bayi

Gejala infeksi usus pada Si Kecil sangat bervariasi karena patogen penyebabnya (virus, bakteri, atau parasit) juga sangat beragam, namun tetap memiliki kesamaan yaitu adanya masalah pada saluran pencernaannya. Namun secara umum gejala infeksi usus pada bayi biasanya ditandai dengan beberapa gejala berikut ini.

  1. Si Kecil mengalami diare yang cukup panjang (4-6 hari), diare berdarah dan diare berlendir.
  2. Si Kecil mengalami sakit perut. Biasanya kondisi ini ditandai dengan Si Kecil menjadi sering menangis tanpa sebab dengan gestur tubuh melenting, demam tinggi, dan rewel.
  3. Mual dan muntah, kulitnya terlihat pucat, dan Si Kecil terlihat lemah.

Penanganan Infeksi Usus Pada Si Kecil

Pada umumnya kasus infeksi usus bisa sembuh sendiri dalam waktu 5-6 hari. Tapi untuk beberapa kondisi, seperti Si Kecil terus menangis, muntah terus menerus dan tidak mau menyusu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika terus dibiarkan, Si Kecil yang terus muntah dan buang air besar encer (diare) berisiko membuat menimbulkan dehidrasi. Kondisi inilah yang berbahaya Moms dan berisiko menimbulkan masalah, seperti kekurangan gizi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pada kasus bayi meninggal karena dehidrasi, umumnya didiagnosa mengalami hypoxic-ischemic encephalopathy atau cedera otak yang disebabkan tekanan darah menjadi rendah, dan menyebabkan Si Kecil kekurangan oksigen dan serangan jantung.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya segera berikan ASI yang cukup. Jika dibutukan, terkadang dokter akan memberikan resep obat-obatan golongan anti-biotik. (oleh DR. Dr. Saptawati Bardosono, M.D., M.Sc., dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia)

Mencegah Terjadinya Infeksi Usus

Sebelum menyerang Si Kecil, sebaiknya Moms melakukan upaya pencegahan dengan cara mengikuti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara:

  1. Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan, terutama kebersihan Si Kecil. Jika BAB, segera bersihkan dan segera ganti diapers yang dia kenakan.
  2. Pastikan Si Kecil mengenakan pakaian yang bersih. Jika masih menggunakan sarung tangan, cegah agar dia tidak memasukkan sarung tangan ke mulutnya. Pasalnya, sarung tangan bayi rentan terpapar debu, virus, dan bakteri yang menular lewat udara.
  3. Selalu bersihkan mainan favorit Si Kecil, terutama mainan seperti teether (mainan gigit-gigitan untuk merangsang pertumbuhan gigi) dan lainnya.
  4. Jika sudah mendapat MP-ASI, pastikan makanan dan tempat makan Si Kecil aman.

Selain itu, penting untuk diingat, sebelum menyusui Si Kecil, sebaiknya Moms membersihkan dulu payudara dengan cara dicuci atau dikompres dengan air hangat. Jika ASI keluar banyak dan membasahi pakaian, segera ganti dan cuci. ASI yang menempel di baju bisa jadi sarang penyakit bagi Si Kecil.

Jika menggunakan breast pad, sebaiknya pilih yang sekali pakai, atau minimalnya selalu dicuci bersih setelah digunakan. (oleh dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, dosen dan praktisi kesehatan anak, Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, dan Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia)

artikel terkait