Artikel Parenting

Begini Cara Memahami Kebiasaan Anak Yang Baru Lahir

288
Begini Cara Memahami Kebiasaan Anak Yang Baru Lahir

Artikel ini berisi tentang :

  • Si Kecil Bisa Bedakan Suara Ibunya dan Suara Orang Asing
  • Gaya Komunikasi Bayi
  • Bagaimana Cara Memahami Gaya Komunikasi Bayi?
  • Aturan Berbicara dengan Si Kecil

Sama seperti orang dewasa, bayi baru lahir pun punya banyak kebiasaan, termasuk kebiasaan tidur yang lebih banyak dan sesekali menangis sebagai cara berkomunikasi dengan orang disekitarnya.

Si Kecil Bisa Bedakan Suara Ibunya dan Suara Orang Asing

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan di Pacific Lutheran University, Tacoma, Amerika, bayi yang baru lahir sebenarnya sudah bisa membedakan mana suara ibunya, dan mana suara yang asing untuk mereka.

Christine Moon, penulis utama penelitian sekaligus profesor psikologi Pacific Lutheran University di Tacoma, Amerika, menyebut jika hasil penelitian ini membuktikan jika bayi sudah bisa mengenali suara ibunya, bahkan sejak dia masih dalam kandungan.

Kemampuan mengenali suara inilah yang nantinya akan dia bawa, dan dijadikan sebagai modal awal untuk berkomunikasi saat dia terlahir nanti.

Gaya Komunikasi Bayi

Walaupun terbatas dalam bahasa, bukan berarti Si Kecil tidak bisa berkomunikasi dengan orangtuanya. Faktanya, banyak pakar yang menyebut jika tangisan, senyuman, tatapan dan gerakan mulut yang membuka, merupakan bagian bahasa komunikasi Si Kecil.

Salah satunya adalah Priscilla Dunstan, penulis buku Dunstan Baby Language, yang menyebut jika tangisan merupakan bahasa isyarat dari Si Kecil untuk rasa lapar. Sementara saat mengantuk, tangisan ini akan disertai dengan gerakan tangan mengucek mata, atau menggaruk kepala.

Selain itu, dilansir dalam parenting.co.id, berikut merupakan gaya komunikasi yang biasa dilakukan Si Kecil pada orangtuanya, atau orang-orang terdekatnya.

  • Usia 0-2 bulan, Si Kecil biasanya akan berkomunikasi dengan cara tangisan, dan bibir yang terlihat membuka. Artinya, tangisan bisa merupakan pertanda tidak nyaman atau rasa lapar. Sementara gaya membuka mulut merupakan cara Si Kecil merespon gerakan Moms saat mengajaknya bermain.
  • Usia 2 bulan, Si Kecil sudah bisa bereaksi dengan celoteh Moms atau orang-orang terdekatnya. Bahkan dalam tahapan ini, Si Kecil sudah bisa mengeluarkan suara-suara aneh sebagai respon saat Moms mengajaknya bermain.
  • Usia 3 bulan, Si Kecil sudah cenderung aktif dalam berkomunikasi. Dari mulai tangisan yang penuh arti, tawa hingga celotehan kecil yang membuatnya sangat menggemaskan.

Dalam tahapan ini, para pakar sepakat jika Si Kecil harus diberi rangsangan lebih dengan cara mengajaknya bicara dengan kata-kata yang lambat dan penuh irama. Mengenai hal ini, para pakar biasa menyebut teknik motherese atau cara spesial seorang ibu berbicara pada anaknya.

FYI, teknik motheres sendiri berfungsi untuk memperkaya pembendaharaan kata Si Kecil, merangsang kemampuan bicaranya, sekaligus membuatnya merasa nyaman dengan semua perhatian yang Moms berikan.

Bagaimana Cara Memahami Gaya Komunikasi Bayi?

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Current Biology tahun 2009, untuk memahami apa yang diinginkan dan seperti apa bahasa Si Kecil, cobalah untuk lebih sering memegang dan bersentuhan langsung dengannya.

Ketika Moms ngobrol dengannya, Moms bisa memandang dan menyentuh tangannya dengan halus dan penuh kasih sayang. Cara ini terbukti efektif untuk membangun pengertian antara orangtua dan Si Kecil.

Tidak hanya itu, bersentuhan langsung dengan Si Kecil pun akan membuatnya lebih cepat belajar mengenali lingkungan sekitar dan mempertajam indera mereka.

Saat Si Kecil terus-terusan menangis, Moms tidak perlu panik dan khawatir berlebihan. Cobalah untuk melihat lebih dekat apa yang diinginkannya. Biasanya, Si Kecil menangis karena dia merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, karena lapar, mengantuk atau bisa juga karena diapers-nya sudah penuh.

Untuk mengurangi risiko Si Kecil menangis karena tidak nyaman saat diapers-nya penuh, gunakan Merries, popok yang sudah terbukti nyaman dan aman digunakan bayi baru lahir (new born), mampu menyerap cairan lebih banyak, tetap lembut di kulit dan dijamin anti-bocor.

Aturan Berbicara dengan Si Kecil

Jangan asal berbicara Moms! Agar memberikan manfaat yang lebih, sebaiknya fahami dulu beberapa aturan berbicara dengan Si Kecil, diantaranya :

  • Perhatikan jarak saat Moms berbicara dengan Si Kecil. Idealnya 20-25 cm.
  • Jangan lupa untuk fokus tatapan langsung tertuju ke mata Si Kecil.
  • Perlihatkan wajah yang bahagia, dan berikan kata-kata yang positif.
  • Ucapkan kata-kata dengan intonasi perlahan.
  • Pastikan selalu memberikan sentuhan tangan, dan beberapa area stimulasi lainnya.
  • Moms bisa memberikan pola ngobrol dengan cara, pertama buka pembicaraan dengan suara perlahan dan lembut, kemudian tunggu respon Si Kecil, setelah itu tanggapi reaksi Si Kecil.

Menurut penelitian dari Harvard Medical School, menyebut jika anak yang aktif diajak bicara sejak dini, akan cenderung tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri, dan memiliki nilai akademik lebih tinggi ketimbang anak jarang diajak ngobrol sejak bayi.

So, daripada bengong dan mengisi hari-hari Moms dengan ratapan bentuk tubuh dan segala kekhawatiran yang tidak penting pasca melahirkan, mendingan ajak ngobrol Si Kecil. Lumayan kan bisa jadi penangkal stres, sekaligus memaksimalkan upaya Moms untuk menciptakan generasi unggul!

artikel terkait